Ketua Muay Thai Jatim Meledak! Sarah Avilia Disemprot, Etika Dipertanyakan!

Surabaya – Polemik panas yang melibatkan atlet Muay Thai peraih emas PON XXI, Sarah Avilia, makin melebar! Kali ini, suara keras datang dari Ketua Pengprov Muay Thai Jawa Timur, Baso Juherman, yang menyemprot habis sikap Sarah yang dianggap bikin gaduh dan mencoreng nama baik organisasi.

Dalam pernyataan tertulisnya, Baso tanpa tedeng aling-aling menyebut bahwa attitude Sarah tak pantas ditoleransi. Meski diakui punya prestasi, Sarah dianggap gagal menjaga etika sebagai atlet.

“Prestasi itu penting, tapi attitude jauh lebih utama! Kalau nggak bisa hargai organisasi, lebih baik kita cari pengganti,” tandas Baso, Rabu (6/8).

Orang Tua Ikut Campur, Situasi Makin Keruh!

Tak cuma Sarah yang dikritik, Baso juga menyoroti peran orang tuanya yang dianggap memperkeruh suasana. Alih-alih meredam, sikap orang tua malah bikin suasana makin panas.

“Orang tua harusnya jadi penyejuk, bukan malah ikut-ikutan menyulut konflik! Ini bukan sinetron, ini organisasi olahraga yang punya aturan!” semprot Baso.

Dukung Langkah Hukum Kang Evi: Jaga Wibawa Organisasi!

Baso menyatakan dukungan penuh kepada Ketua Muay Thai Jabar, Kang Evi, yang berniat membawa persoalan ini ke jalur hukum. Menurutnya, ini langkah berani yang patut ditiru demi menjaga marwah organisasi.

“Sudah saatnya PB Muay Thai tegas! Kalau dibiarkan, bisa jadi preseden buruk. Jangan sampai atlet seenaknya bertindak tanpa konsekuensi,” ujarnya.

Atlet Bukan Sekadar Jago Tanding, Tapi Juga Harus Jago Tata Krama!

Baso menegaskan bahwa Muay Thai bukan cuma soal teknik dan medali, tapi juga soal nilai-nilai kesatria. Tanpa etika dan disiplin, sehebat apapun atlet, tak ada artinya.

“Ini olahraga bela diri, bukan ajang cari panggung! Hormat, disiplin, dan tanggung jawab adalah harga mati!” tegasnya.

Dengan suara tegas dari Jawa Timur, polemik Sarah Avilia kian panas dan makin terang-benderang. Akankah ini menjadi akhir kariernya di ranah Muay Thai nasional? Atau justru awal babak baru perbaikan etika atlet tanah air?

Drama belum berakhir, tapi jelas: Dunia olahraga tak butuh bintang yang lupa diri!. (Red)

CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Rico Waas Lepas Delli Yudha, Sambut Fernando Batubara: Sinergi TNI dan Pemko Medan Harus Makin Kuat

Suasana keakraban dan kehangatan mewarnai acara Pisah Sambut Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan yang digelar di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan, Senin (14/9/2026). Wali Kota...

Ini Daftar 43 Pelajar SMKN 1 Merdeka yang Keracunan MBG

Karo - Keracunan MBG kembali menelan korban di Kabupaten Karo akibat kelalaian tata kelola program pemerintah. Sebanyak 43 pelajar SMK Negeri 1 Merdeka Kabupaten...

RDP dengan Komisi II DPR RI, Wagub Surya Paparkan Strategi Optimalisasi Aset dan BUMD untuk Dongkrak PAD Sumut

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat penataan, pengamanan, dan optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) serta aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)...

Pemko Medan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 7,16 T, Rico Waas Fokus Optimalkan 17 Program Prioritas

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun Anggaran...

Bupati Asahan Terima Audiensi GMKI Cabang Asahan

KISARAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima audiensi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Asahan di Aula Bapperida Kabupaten Asahan, Senin...