Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img

Bangkitkan Kemandirian Petani, Bupati Dairi Tanam Kentang Swadaya Petani di Parbuluan

DAIRI – Setelah berhasil mengembangkan pertanian khususnya komoditi cabai di Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Parbuluan V, kali ini Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan, dan Perikanan mengembangkan budidaya tanaman kentang dengan konsep swadaya petani.

Pengembangan tanaman kentang ini diawali dengan tanam bersama kentang oleh Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu, didampingi Kadistan Robot Simanullang dan para PPL dan petani dikawasan serupa, Sabtu (6/4/2024).

Usai tanam bersama, Eddy Berutu kepada warga bercerita bahwa konsep awal pengembangan komoditi di KPT ini adalah kemandirian petani.

“Ya, benar ini tahun kedua. Ditahun pertama kita kasih stimulan saprodi dan ditahun kedua ini kita arahkan pada lembaga keuangan yang bisa membiayai melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dan akhir dari KPT ini adlaah kemandirian petani,” ujarnya.

Eddy menyebut tanam perdana kentang ini adalah bukti awal kemandirian petani dimana saprodi dan bibit sudah disiapkan oleh petani sendiri.

“Ini harapan kita. Begitu semangatnya petani yang juga menjadi harapan kita, maka saya minta kepada kadis untuk memasukkan wilayah Parbuluan V dalam program HDDAP. Ini adalah program pusat melalui Kementerian Pertanian untuk memberikan dukungan selama 5 tahun kepada para petani, termasuk petani di KPT ini,” katanya.

Karena syarat utama ikut dalam program HDDAP adalah tergabung dalam koperasi, bupati mengajak seluruh petani di Parbuluan V baik yang berada satu wilayah dengan KPT atau diluar KPT namun masih dalam cakupan Parbuluan V untuk bergabung dengan koperasi yang sudah berkolaborasi dengan pemerintah.

“Kami dengan senang hati menerima semua petani yang ada di Parbuluan V agar ikut bergabung dengan koperasi sehingga program HDDAP ini bisa berhasil dan berjalan sukses,” kata Eddy mnegakhiri.

Ikut serta dalam kegiatan ini, Kabid Peyuluhan, Sukaedah Angkat, Kabid Hortikultura, Dewi Panggabean, para PPL, dan petani. (As)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dugaan Pemerasan ; Debt Collector Rampas Mobil, Mega Finance Minta Uang Tarik Rp 15 Juta

Langkat - Dugaan pemerasan di lakukan Leasing Mega Finance kepada Debiturnya, dengan modus meminta uang tarik Rp 15 Juta. "Saya sudah meminta kepada kepala kantornya...

Tambang Pasir Ilegal di DAS Sigeaon Taput Masih Beroperasi, Wartawan Layangkan Dumas ke Polres

Taput (NeracaNews) – Tim investigasi kumpulan wartawan yang peduli lingkungan melayangkan Surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) kepada Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP Ernis Sitinjak, pada...

Gedung Olah Raga Pandan Kembali Dihuni Para Pengungsi Korban Banjir

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) - Puluhan warga yang rumahnya terendam bajir kembali dievakuasi dan ditempatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan sebagai lokasi pengungsian sementara. Evakuasi...

Serap Aspirasi di Taput, Paltak Siburian: Reses Bukan Sekadar Formalitas, Siap Perjuangkan Sesuai Kewenangan

Taput (Neracanews) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Dapil Sumut IX (Kabupaten Taput, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapteng, dan Sibolga), Paltak Siburian, SH.MH,...

Kunker di Polsek Natal, Kapolres Madina Sampaikan Layanan Call Center 110

Neracanews | Mandailing Natal - Kapolres Mandailing Natal (Madina), Bagus Priandy, S.IK.,M.Si menyampaikan perihal layanan Call Center Polri 110 pada saat kunjungan kerja bersama...