Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img

Diduga Dua Karyawan PT CP Prima Meninggal Dalam Tangki Bahan Kimia, Keluarga Minta Polda Sumut Usut Sampai Tuntas

Neracanews |

 

MEDAN – Dua orang karyawan PT.
Central Protein Prima (CP Prima)
yang beralamat di Jalan Timbangan Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara meninggal dunia diduga masuk ke dalam tangki yang berisikan bahan kimia.

Menurut informasi dari keluarga korban, kejadian terjadi pada hari Senin, 10 Juni 2024, Sekira pukul 11:00 Wib.

“Jam setengah 12 lewat kawannya datang, saya disuruh kerumah sakit,” ucap istri korban, Sri Anggraini.

Ketika korban, Firman Indra Kesuma (40) dibawa ke rumah duka, bau tidak sedap keluar dari tubuhnya yang membuat para warga yang melihat merasa kebauan dan terlihat keluar air dari telinga dan hidung korban. Sedangkan korban satunya lagi bernama Riski warga Jalan Batangkuis.

“Keluar terus dari kupingnya air, bau kali pun, dari hidungnya keluar juga. Baunya seperti ikan busuk,” ucap salah satu warga saat takziah ke rumah duka yang berada di Jalan Pasar IV, Marendal ll, Kecamatan Patumbak.

“Kami berharap Polda Sumut turun tangan mengungkap tuntas kematian adik saya bang, harusnya saat kejadian kan pihak perusahaan melaporkan ke aparat yang berwajib, sehingga ada namanya oleh tempat kejadian, ini pihak perusahaan seperti menutupi kejadian ini”, ujar Wito (kakak korban) saat diwawancarai di kediaman korban pada Senin (10/6).

Saat dikonfirmasi ke PT. Centra Protein Prima, seorang pria yang mengaku pimpinan di perusahaan tersebut mengatakan tidak ada yang bisa dijumpai, namun beliau membenarkan adanya karyawan yang meninggal.

“Yang jelas ini kelalaian lah dari karyawan, kita SOP nya kan jelas, cuma dia lalai,” sebut pria yang juga mengaku sebagai bendahara salah satu ormas.

Pihak perusahan menyebutkan bahwa korban meninggal pada saat berada di rumah sakit.

“Kalau meninggalnya setelah dibawa ke rumah sakit,” sambung pria yang terakhir diketahui bernama Sujadi.

Terlihat dilokasi aktivitas pabrik masih tetap berjalan dan tidak terlihat garis polisi dari tempat kejadian perkara.(021)

 

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dugaan Pemerasan ; Debt Collector Rampas Mobil, Mega Finance Minta Uang Tarik Rp 15 Juta

Langkat - Dugaan pemerasan di lakukan Leasing Mega Finance kepada Debiturnya, dengan modus meminta uang tarik Rp 15 Juta. "Saya sudah meminta kepada kepala kantornya...

Tambang Pasir Ilegal di DAS Sigeaon Taput Masih Beroperasi, Wartawan Layangkan Dumas ke Polres

Taput (NeracaNews) – Tim investigasi kumpulan wartawan yang peduli lingkungan melayangkan Surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) kepada Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP Ernis Sitinjak, pada...

Gedung Olah Raga Pandan Kembali Dihuni Para Pengungsi Korban Banjir

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) - Puluhan warga yang rumahnya terendam bajir kembali dievakuasi dan ditempatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan sebagai lokasi pengungsian sementara. Evakuasi...

Serap Aspirasi di Taput, Paltak Siburian: Reses Bukan Sekadar Formalitas, Siap Perjuangkan Sesuai Kewenangan

Taput (Neracanews) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Dapil Sumut IX (Kabupaten Taput, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapteng, dan Sibolga), Paltak Siburian, SH.MH,...

Kunker di Polsek Natal, Kapolres Madina Sampaikan Layanan Call Center 110

Neracanews | Mandailing Natal - Kapolres Mandailing Natal (Madina), Bagus Priandy, S.IK.,M.Si menyampaikan perihal layanan Call Center Polri 110 pada saat kunjungan kerja bersama...