Jumat, Maret 6, 2026
spot_img

Kapus Sitadatada Gencarkan PMT Untuk Menekan Stunting dan Gizi Kurang

Taput (Neracanews) Untuk mendukung program Pemkab Tapanuli Utara dibawah kepemimpinan Bupati Dr.Drs. Nikson Nababan, MSi pengentasan angka Stunting.

Kepala Puskesmas Sitadatada gencar melakukan kegiatan pemberian makanan tambahan khusus Ibu Hamil (Bumil) dan Balita yang mengalami kurang gizi selain juga Stunting.

Kegiatan pemberian makanan tambahan yang menyasar Bumil dan Balita kurang gizi difokuskan di Enam Desa yakni Pagar Batu, Hutaraja, Sipahutar, Hutaraja Hasundutan, Hutaraja Habinsaran dan Tapian Nauli.

” Ini merupakan instruksi Pak Bupati agar kita selaku Kepala Puskesmas yang dipercaya agar wajib membantu menurunkan bahkan menuntaskan angka Stunting di wilayah kerja kita masing-masing,” sebut Kapus Bungani di ruang kerjanya, Kamis (20/7/2023).

Kapus yang pernah diganjar predikat Puskesmas terinovatif sewaktu menjabat di Aek Raja, menuturkan pemberian makanan tambahan sudah dilakukan sejak tanggal 1 Juli.

” Setiap hari kita berikan melalui kader Posyandu berupa makanan ringan Lima hari, satu hari makanan berat sesuai dengan menggunakan dana bantuan operasional kesehatan,” ungkap Kapus yang baru terhitung sekitar tiga bulan menggawangi Puskesmas yang berada di Desa Pagar Batu tersebut.

Dari data melalui kader dan bidan Desa terdapat 33 orang balita gizi kurang dan
Bumil (Ibu hamil) KEK ataupun kekurangan energi kronis diwilayah kerjanya.

” Untuk sasaran itu kita berikan bagi Balita PMTnya selama 90 hari dan Bumil 60 hari,” imbuhnya.

Melalui program PMT tersebut Bungani berharap tidak ada lagi anak-anak lahir
Stunting serta gizi kurang tidak mengarah ke gizi buruk.

” Bila Bumil terpenuhi gizinya pasti anak yang lahir sehat dan tidak Stunting, itu tindakan preventifnya. Dan bagi Balita supaya tertangani gizinya dengan baik,” tambahnya.

Cara pemberian PMT setiap hari sebut Bungani , melalui bidan desa,” Bidan desa yang jemput ke puskesmas satu kali dalam dua hari,” ungkapnya.

Sedangkan faktor yang menyebabkan angkat Stunting yang berdasarkan data 40 orang dan gizi kurang bagi 33 akibat sejumlah faktor.

” Yang utama, para Ibu kurang mengerti cara mengasuh anak dengan pola makan sehat, didamping faktor ekonomi,” sebutnya.

Bungani berharap apa yang dilakukan pihaknya bisa mendukung program Bupati Taput dan Kadis Kesehatan untuk menekan angka Stunting.

” Kita siap mendukung pelayanan kepada masyarakat terutama untuk menekan bahkan menghapus Stunting ataupun Balita gizi kurang,” tukas Kapus yang mengakui telah dua kali melakukan pengobatan gratis sejak memimpin Puskesmas Sitadatada. (Henry)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dalimunthe Akan Lapor Polisi, PT STA Kebun Bahal Diduga Rusak Tanaman Warga

Padang Lawas Utara - Lindung Dalimunthe warga Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, mengaku tanaman pohon Kelapa Sawitnya di rusak oleh pihak...

Bupati Asahan Dampingi Wagub Sumut Tinjau Kesiapan SMAN Rahuning

Rahuning, 4 Maret 2026 – Bupati Asahan mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara dalam kunjungan kerja meninjau kesiapan operasional SMA Negeri Rahuning, Rabu (04/03/2026). Kegiatan...

Wabup Asahan Kunjungi Masjid Al Falah dalam Safari Ramadhan Khusus

Asahan – Wakil Bupati Asahan melaksanakan kunjungan Tim Safari Ramadhan Khusus di Masjid Al Falah, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kisaran Barat, Selasa (03/03/2026). Kegiatan...

Unit PPA Polres Tapteng Amankan Sorang Remaja Dengan Kasus Pencabulan

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) - Unit PPA Polres Tapteng berhasil mengamankan seorang remaja berstatus pelajar warga Tapteng dengan kasus pencabulan pada Rabu (04/03)26) Berdasarkan pantauan...

Isu Relokasi Warga Bencana Jadi Sorotan di Media Sosial, Ini Pernyataan Pemko Sibolga

Sibolga (Neracanews) - Unggahan di media sosial (Medsos) Facebook yang menyebut Pemerintah Kota Sibolga mengancam warga yang menolak direlokasi dari kawasan rawan longsor tidak...