Pemkab Karo Lakukan Sosialisasi Antar Lembaga dan Peningkatan Kemitraan Penanggulangan Bencana

Karo- Kejadian bencana alam di Indonesia semakin kompleks dan daerah rawan bencana alam semakin tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Karo yang rentan bencana alam.

Terkait itu tentu saja harus disikapi dengan bijak dan ditangani dengan baik oleh pemerintah, masyarakat, dan lembaga usaha. Sehingga, penyelenggaraan penanggulangan bencana harus terus dikaji dalam suatudisaster management plan.

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting membuka secara resmi Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Kerjasama Antar Lembaga dan Peningkatan Kemitraan Penanggulangan Bencana di Kabupaten Karo yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Jalan Letjend Jamin Ginting Kabanjahe, Rabu (07/12/2022).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan kemitraan pemerintah, masyarakat, media, akademisi serta dunia usaha dalam upaya penanggulangan bencana.

Peristiwa erupsi Gunung Api Sinabung sejak November 2010, berlanjut di tahun 2013 hingga 2020 yang kemudian disusul dengan aliran lahar hujan di sungai Lau Borus yang berhulu di Gunung Sinabung, memberikan pengalaman dan pelajaran berharga bagi Kabupaten Karo, bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana harus terus di kaji dalam suatu disaster management plan secara komprehensif dan berkesinambungan.

Kejadian becana alam terjadi kapan saja dan di mana saja secara tiba-tiba. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya peningkatan kewaspadaan dan kesigapan.

Dalam sambutannya, Theopilus Ginting menyampaikan bahwa salah satu prinsip dalam penanggulangan bencana yaitu kemitraan, semua pihak berkewajiban untuk ikut serta dalam upaya menanggulangi bencana.

“Koordinasi kerjasama antar lembaga dan peningkatan kemitraan penanggulangan bencana ini dilakukan untuk menyatukan pemahaman semua pihak dalam upaya penanggulangan bencana,” lanjutnya.

“Saya berharap dalam urusan bencana khususnya pada saat benar-benar terjadi bencana, kecepatan adalah kunci untuk menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban jiwa dan selalu mengingat bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” sebut Wakil Bupati.

Rentetan bencana alam yang terjadi harus segera diantisipasi dini dengan upaya evaluasi dan penataan ruang kembali di wilayah-wilayah rawan bencana, untuk menghindari jatuhnya korban lebih banyak saat terjadi bencana alam.

Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari lintas kalangan dunia usaha baik perusahaan swasta maupun pemerintah (BUMN/BUMD) yang ada di Kabupaten Karo dan Sumatera Utara, serta akademisi dari perguruan tinggi, Organisasi Kemasyarakatan dan kalangan media massa. (Afs)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Sinergitas TNI-Polri, Kapolsek Natal Kunjungi Posal Natal Ucapkan Selamat HUT TNI AL ke-81

Neracanews | Mandailing Natal - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Angkatan Laut ke-81, Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si...

Karo Ops dan Dansat Brimob Turun Langsung Pimpin Pemadaman Karhutla di Inhu

INHU — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 20 hektar melanda wilayah Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Menanggapi...

Panitia Peresmian Kegiatan Akademik STAI Syekh Abdul Fattah Natal Resmi Dibubarkan

Neracanews | Mandailing Natal - Pengurus Yayasan Pendidikan Pantai Barat Madina (YP2BM) selaku Panitia Pelaksana Peresmian Dimulainya Kegiatan Akademik (Perkuliahan) Sekolah Tinggi Agama Islam...

DPRD Medan Rekomendasi Pembongkaran Bangunan Milik Oknum Anggota DPRD Sumut “Penguasa Adu Deking”

Medan - Komisi IV DPRD Medan yang membidangi infrastruktur, pembangunan, dan lingkungan hidup merekomendasikan pembongkaran bangunan milik oknum anggota DPRD Sumut Pintor Sitorus, Rabu...

Penipuan Hasil Panen di Karo, Warga Linggajulu Rugi Rp55 Juta

KABANJAHE — Warga Desa Linggajulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Efrison Bangun (32 tahun), resmi melaporkan kasus penipuan dan penggelapan uang ke Polres Tanah...